Senin, 12 Maret 2012

KHITTAH PERJUANGAN MUHAMMADIYAH


Makalah:

KHITTAH PERJUANGAN MUHAMMADIYAH


KELOMPOK II

HARTO KAMBATON
STB 20911057


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KENDARI
2011




KATA PENGANTAR

Assalamu’ Alaikum Wr.Wb
Segala puji syukur bagi Allah, sang pencipta alam semesta beserta isinya untuk kepentingan hidup manusia. Shalawat dan salam semoga dicurahkan kepada Nabi penutup semua risalah samawi, yaitu Muhammad S.A.W. beserta keluarga, para sahabat dan pengikutnya.
            Alhamdulillah dengan izin Allah kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Khittah Perjuangan Muhammadiyah. Oleh karenanya, kami mengharapkan makalah ini dapat digunakan sebagai acuan untuk mahasiswa/ lainnya dan untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita semua dalam mempelajari Ideologi Dan Strategi Muhammadiyah.
            Walaupun dalam makalah ini tidak lepas dari kekurangan dan kehilafan,  kami mengharapkan kritik dan saran dari dosen pembimbing untuk perbaikannya, agar makalah ini bisa lebih baik lagi dan mudah-mudahan makalah yang kami buat ini dengan sangat sederhana dapat bermanfaat bagi kita semua.  A M I N



                                                                                   Kendari, 27 Oktober 2011

                                                                                                 Penyusu



DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.....................................................................................................i
KATA PENGANTAR.................................................................................................ii
DAFTAR ISI...............................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang...................................................................................................1
1.2.Rumusan Masalah..............................................................................................2
1.3.Tujuan Dan Manfaat..........................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
2.1.Khittah Muhammadiyah Tahun 1956-1959 (Khittah Palembang)....................3
2.2.Khittah Perjuangan Muhammadiyah Tahun 1969 (Khittah Ponorogo).............4
2.3.Khittah Muhammadiyah Tahun 1971 ( Khittah  Ujung Pandang).....................5
2.4.Khittah Perjuangan Muhammadiyah Tahun1978 ( Khittah Surabaya)..............5
2.5.Khittah Muhammadiyah Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara Tahun 2002( Khittah Dempasar)...................................................................................6
BAB III PENUTUP
 3.1. Kesimpulan.......................................................................................................7
 3.2. Saran..................................................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Kesinambungan sebuah organisasi selain didukung oleh banyak faktor seperti sumber daya manusia yang selalu siap (regenerasi) untuk meneruskan langkah dan segala seluruh visi dan misi yang telah ada beserta anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya (AD/ART) sebuah organisasi, perhatian terhadap kemampuan finansial, kemampuan beradaptasi dengan dinamisasi zaman dan segala problematika yang ada di dalamnya atau yang sedang berlangsung serta yang tak kalah pentingnya adalah kepercayaan dari calon anggota terlebih lagi loyalitas serta dedikasi dari anggota serta jajaran pengurus yang sudah lama berada adalah bukti konkrit dari hal ini.
Muhammadiyah sebagai sebuah organisasi yang keberadaannya sudah sejak lama bahkan ikut berperan serta dalam perjuangan juga sebagai sebuah gerakan yang dahulunya hanya memfokuskan pada penyebaran agama hal ini tidak dapat disepelekan begitu saja. Dalam penyebaran agama yang dilakukan oleh KH. Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah tidak hanya menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran semata. Akan tetapi di samping itu Muhammadiyah sebagai gerakan sekaligus organisasi juga turut membantu bangsa ini agar bisa terlepas dari cengkeraman penjajah.
Berangkat dari hal ini maka Muhammadiyah sebagai bagian dari komponen bangsa sekaligus sebagai warna dalam kemajemukkan bangsa tercinta ini. Kita akui sebagai bangsa yang majemuk baik dari terdapatnya berbagai macam suku, bahasa dan kebudayaan serta organisasi-organisasi kemasyarakatan (ORMAS) adalah warna yang masing-masing mempunyai keunikan tersendiri.
Khittah perjuangan.
1.2. Rumusan Masalah
Dari pendahuluan yang singkat di atas maka kali ini penulis mengangkat beberapa rumusan dari makalah ini, yang berupa di antaranya adalah
Ø  Bagaimana pola dasar perjuangan Muhammadiyah ?
Ø  Bagaimana pandangan Muhammadiyah terhadap politik dan masyarakat ?
Ø  Geraka-gerakan apa saja yang dilakukan Muhammadiyah dalam rangka membangun kehidupan berbangsa dan bernegara ?
1.3. Tujuan Dan Manfaat
1.      Tujuan
Ø  Untuk mengetahui pola dasar perjuangan Muhammadiyah dan Pandangan Muhammadiyah terhadap politik dan Masyarakat.
Ø  Untuk mengetahui gerakan-gerakan mMuhammadiyah dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.
2.      Manfaat
Ø  Sebagai sumber bacaan dan tambahan bagi semua pihak yang ingin mengetahui strategi Muhammadiyah.
Ø  Sebagai bahan perbandingan dengan makalah lain yang mengangkat masalah yang sama.




BAB II
P E M B A H A S A N

2.1.KHITTAH MUHAMMADIYAH TAHUN 1956-1959
(KHITTAH PALEMBANG)
Muhammadiyah menetapkan Khittah ( langkah yang dibatasi dalam waktu yant tertentu ) untuk tahun 1956-1959 antara lain :
a.      Menjiwai Pribadi Para Anggota Terutama Para Pemimpin Muhammadiyah Dengan :
1.      Memperdalam dan mempertebal Tauhid.
2.      Menyempurnakan ibadah dengan khusuk dan tawadlu.
3.      Mempertinggi ahlak.
4.      Memperluas ilmu pengetahuan.
5.      Menggerakan muhammadiyah dengan penuh keyakinan dan rasa tanggung jawab, hanya mengharapkan keridhoan Allah dan kebahaian umat.

b.      Melaksanakan Uswatun Hasanah :
1.    Muhammadiyah harus selalu dimuka membimbing arah pendapat umum.
2.    Menegakan agama islam.
3.    Membentuk rumah tangga bahagia.
4.    Mengatur hidupdan kehidupan antara rumah tangga dan tetangga.
5.    Anggota muhammadiyah harus menyesuaikan hidup dimasyarakat.

c.       Mengutuhkan Organisasi Dan Merapikan Administrasi :
1.    Memeliharah fitrah terhadap keutuhan organisasi dan administrasi.
2.    Memperkuat keahlian para pekerja dan pemimpin agar tetap segar dan giat.
3.    Menanamkan kesadaran organisasi.
4.    Administrsi dituntun menurut ketentuan yang ada.

d.      Memperbanyak Dan mempertinggi Mutu Amal
e.       Mempertinggi Mutu Anggota Dan Membentuk Kader.
f.       Memperarat Ukhuwah.
g.      Menuntun Penghidupan Anggota.

2.2.KHITTAH PERJUANGAN MUHAMMADIYAH
TAHUN 1969 (KHITTAH PONOROGO)

a.      Pola Dasar Perjuangan.
1.      Muhammadiyah berjuang untuk mewujudkan cita-cita dan keyakinan hidup yang bersumber ajaran islam dan da’wah islam serta amar ma’ruf nahi mungkar dalam arti proporsi yang sebenar-benarnya.
2.      Untuk melakukan perjuangan da’wah islam dan amar ma’ruf nahi mungkar sperti yang dimaksud diatas dan juga muhammadiyah sebagai organisasi memilih dan menempatkan diri sebagai Gerakan Islam Dan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Dalam Bidang Masyarakat.
3.      Pada prinsipnya tidak diperbolehkan adanya perangkapaan jabatan terutamajabatan pimpinan antara keduanya.

b.      Program Dasar Perjuangan.
Dengan dakwah dan amar ma’ruf nahi mungkar dalam arti proporsi yang sebenarbenarnya, muhammadiyah harus mampu membuktikan bahwa ajaran islam mampu mengatur masyarakat dalam NKRI yang berpancasila dan ber UUD 1945 menjadi masyarakat yang adil dan makmur serta sejahtera, bahagia, materil, dan spritual yang diridhoi Allah SWT.

2.3. KHITTAH MUHAMMADIYAH TAHUN 1971
( KHITTAH  UJUNG PANDANG)

a.      Adalah Gerakan Da’wah Islam yang beramal dalam segala bidang kehidupan manusia dan masyarakat.
b.      Setiap anggota Muhammadiyah sesuai dengan hak asasinya dapat tidak memasuki atau memasuki organisasi lain, sepanjang tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam Persyarikatan Muham­madiyah.
c.       Untuk lebih memantapkan muhammadiyah sebagai gerakan da’wah islam setelah pemilu tahun 1971, muhammadiyah melakukan amar ma’ruf nahi munkar secara konstruktif dan positif terhadap partai muslimin Indonesia.
d.      Untuk lebih meningkatkan partisipasi muhammadiyah dalam pelaksanaan pembangunan nasional.

2.4. KHITTAH PERJUANGAN MUHAMMADIYAH TAHUN 1978
( KHITTAH SURABAYA)

a.      Muhammadiyah adalah Gerakan Da’wah Islam yang beramal dalam segala bidang kehidupan manusia dan masyarakat, tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan dan tidak merupakan afiliasi dari sesuatu partai politik atau organisasi apapun.
b.      Setiap anggota Muhammadiyah sesuai dengan hak asasinya dapat tidak memasuki atau memasuki organisasi lain, sepanjang tidak menyimpang dari Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam Persyarikatan Muham­madiyah.

2.5. KHITTAH MUHAMMADIYAH DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA TAHUN 2002( KHITTAH DEMPASAR)

Dalam Posisi yang demikian maka sebagaimana khittah Denpasar, muhammadiyah dengan tetap berada dalam kerangka gerakan dakwah dan tajdid yang menjadi fokus dan orientasi utama gerakannya dapat mengembangkan fungsi kelompok kepentingan atau sebagai gerakan social civil-society dalam memainkan peran berbangsa dan bernegara.














BAB III
P E N T U P

3.1. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pemaparan diatas, kami dapat menarik kesimpulan bahwa secara garis besar Khittah perjuangan Muhammadiyah ini harus dapat mencerminkan pemudah muhammadiyah dalam menjalankan fungsinya organisasi modern yang berorientasi masa depan. Selain itu, Khittah perjuangan harus menjadi variabel pengubah kultural dalam berorganisasi kader-kader pemuda Muhammadiyah ke arah yang lebih baik.agar kultural hasanah mereka dalam setiap nadi gerakan Pemuda Muhammadiyah, maka diperlukan upaya pembumian semangat saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran dan saling berlomba-lomba untuk menuju cinta dan kasih sayang Allah. Pemuda Muhammadiyah melandasi perjuangan pada cita-cita Muhammadiyah untuk menciptakan masyarakat islam yang sebenar-benarnya.

3.2. SARAN

Khittah Muhammadiyah ini harusnya menjadi suri tauladan bagi umat islam agar menciptakan masyarakat islam yang sebenr-benarnya dalam meneggakan kebenaran dan juga Sebagai landasan berpikir bagi semua pimpinan dan anggota muhammadiyah dan yang menjadi landasan berpikir bagi setiap amal usaha muhammadiyah.




DAFTAR PUSTAKA

Drs. H. Hamdan Hambali, 2006, Ideologi Dan Strategi Muhammadiyah, Yogyakarta : Suara Muhammadiyah







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar